Pramuka SMAN 14 Semarang didirikan oleh kakwaran Semarang (Kak Gurun). Ambalan Wisanggeni lahir di SMAN 14 Semarang tanggal 21 Juli 1991 bersamaan dengan dilantiknya para pembina (Kak Drs. Broto Hendrarjo, alm dan Kak Dra. Heny Wahyuni).

Mengapa Gudep kita di beri nama Wisanggeni dan siapa Wisanggeni itu ???

Wisanggeni adalah anak dari Janaka dengan Dewi Dersonolo, sedangkan Dewi Dersonolo adalah anak dari Batara Surya. Pada saat Dewi Dersonolo hamil, ia ditaksir oleh Dewa Srani (anak dari Batara Guru dengan Durga). Dewa Srani meminta ayahnya(Batara Guru) agar memisahkan Janaka dengan Dewi Dersonolo. Batara Guru mengabulkan permintaan putranya, kemudian Batara Guru membuat muslihat / tipu daya yaitu dengan mengirimkan Janaka ke dalam medan perang / pertempuran (Kuku Setra). Pada saat Dewi Dersonolo berada sendirian di Kaputren, tiba-tiba Dewa Srani datang untuk merayu Dewi Dersonolo, tentu saja Sang Dewi menolak.

Karena ditolak cintanya, Dewa Srani mengejar-ngejar Dewi Dersonolo padahal pada saat itu Dewi Dersonolo sedang hamil tua. Karena sangat panik dan takut, akhirnya bayi yang ada dalam kandungan Dewi Dersonolo lahir dan setelah lahir Sang jabang bayi di buang ke Condrodimuka di kaki tangan Dewa Srani, ternyata bayi yeng telah dibuang ke Condrodimuka tidak mati melainkan menjadi anak yang adigdaya, sakti, cerdas, sopan, santun, dan berwibawa. Karena anak itu mempunyai kewibawaan yang besar dan tangguh maka anak itu diberi nama Wisanggeni dan anak itu mempunyai senjata yang ampuh dan tangguh untuk menumpas para musuh-musuhnya dan senjata itu diberi nama Lidah Api. Itulah sejarah dari Wisanggeni sebagai nama dan lambang Gerakan Pramuka yang berpangkalan di SMA Negeri 14 Semarang.